Archive for May, 2008

-Life is beatiful-


Suatu waktu
temanku bercerita tentang kehidupannya..

Menurutnya
hidup terasa sulit sekarang. Orang yang menjadi suaminya bukanlah laki-laki
yang dia inginkan. Dia mengharapkan “seseorang” yang mengisi hidupnya, tapi
orang lain yang disodorkan oleh orang tuanya.

“Aku tak mampu
lagi menolak” bisiknya hari itu.

Semua jadi terasa
tak beres baginya. Cinta yang ditunjukkan suaminya terasa aneh dan dibuat-buat.
Dia sulit menerima semua perhatian demi perhatian yang diberikan suaminya. Meski
orang lain merasakan betapa sangat suaminya mencintainya (…kalimatnya kacau).

 

Aku ingat
dulu, ketika masih kuliah, Pernah sekali terbersit dalam hatiku, betapa
senangnya jadi dia. Manis, pintar, mudah beradaptasi, baik, punya banyak teman
lelaki. Berbeda denganku yang tertutup dan susah bergaul. Tapi, entah kenapa
hubungan cintanya tidak pernah berhasil dengan baik. Selalu berakhir un-happy. Entah
karena mereka cemburuan atau karena tidak pernah bisa mempercayai orang. Sampai
ku pikir betapa bodoh dan butanya semua lelaki yang pernah memasuki hidupnya.

Juga lelaki
terakhir yang dicintainya sebelum menikah itu, Bener-bener bodoh dan tidak
pantas dipertahankan. Apalagi ditangisi. Cwapek deh!

 

Ku pikir dia
telah mendapatkan orang yang paling tepat untuknya. Orang yang berani mempertanggungjawabkan
cinta dengan pernikahan. Karena ku lihat dia bahagia jadi ku pikir begitulah
adanya. Tapi ternyata…lain di hatinya…

 

Hari itu dia
bukan hanya ingin bercerita tentang tekanan yang dialaminya belakangan. Tapi
juga tuntutan yang datang karena kewajibannya sebagai seorang istri.

“Aku ingin
menjadi istri yang baik” dia berkata penuh harap.

Bukan hanya
status yang melekat padanya. Dia juga ingin membuat hatinya lekat pada
suaminya. Dan itulah yang membuatnya berbagi denganku. Berharap aku akan
membagi rahasia besar yang bisa menjadi kunci kebahagiaannya.

 

Kebahagiaan…

Menjadi
bahagia tentulah menjadi dambaan setiap orang.

Tidak apalah
hidup pas-pasan yang penting hidupnya diliputi kebahagiaan. Alhamdulillah lagi
jika hidup berlebih dan bahagia sepanjang masa (amin. Semoga Allah melimpahi
kita dengan harta yang banyak dan BERKAH.. Karna kita membutuhkannya untuk membantu orang lain).

 

Sudah pasti
tak ada seorangpun yang memimpikan hidup susah.

Tak terkecuali
temanku ini. Tentu saja dia tidak ingin terus-menerus hidup dalam tekanan yang
diciptakannya sendiri. Hidup bersama orang yang mencintainya tapi masih dibayangi
oleh harapannya di masa lalu. Bisa-bisa semua kebahagiaan yang sudah berada
dihadapannya itu hilang begitu saja. karena itu dia berusaha membuat hatinya
mengerti inilah satu-satunya cara untuk menjadi bahagia. Dengan menerima
kenyataan yang sudah tergaris. Dengan tidak lagi menyalahkan orang tua untuk
rasa sakit dan tekanan yang dialaminya sekarang. Dengan berdamai dengan hatinya
sendiri. Berdamai dengan keinginannya pribadi. Demi bisa mengecap kebahagian
hidupnya. Dan juga anak-anaknya….kelak.

Juga untuk
nanti, ketika dia harus mempertanggungjawabkan perjanjian agung yang telah
dibuatnya dihadapan Allah.

 

Bukan hal yang
mudah. Tapi semua harus diusahakan karena temanku bukanlah seorang egois yang
akan memaksakan harapannya harus menjadi nyata. Bukan seorang yang akan
menempuh cara pengecut meninggalkan suami dan menyakiti keluarga dengan memecah
dua keluarga besar yang baru bersatu tanpa berusaha mengalahkan egonya. Dia
belajar.

 

Hebat bukan?

Dia tidak
menyerah hanya pada cinta dan harapannya yang patah.

 

Semakin
sedikit keinginan, semakin besar kebahagiaan.

Ketika ku baca
kalimat itu pada sebuah majalah, hal inilah yang terbayang. Betapa banyak orang
yang dikecewakan oleh harapannya sendiri sebelum menikah. Mencintai seseorang
yang belum pantas mendapatkan cinta itu dengan sangat dan harapan-harapan yang
tinggi melayang. Ketika Allah menjawab doa kita dengan memberikan orang terbaik
untuk kita yang ternyata bukan dia. Kita tersungkur kecewa.

Padahal, apa
sih yang kita mengerti tentang apa-apa yang terbaik untuk kita dan apa-apa yang
akan membawa kebaikan untuk kita. Bukankah sesuatu yang tampak baik bagi kita
belum tentu membawa kebaikan buat kita? Dan yang tampak buruk tidak berarti
buruk…

 

Hidup ini
INDAH

Menjadi
bahagia juga mudah

Jika kita bisa
mengekang nafsu dan menyimpan sedikit keinginan saja

Sedikit.

Agama

Yang
terpenting

insyaALLah,
yang baik-baik mengikuti

 

tapi…

seperti apa
kita

seperti itulah
pasangan kita

ingin pasangan
yang terbaik?

perbaiki
diri…

 

SEMANGAT!!!

 

(4my lovely
husband…Mz.Zula_Zawa, yg paling sabar sedunia)

No comment »