(Ehmm…)
"Dunia ki nazar main, tum aik shakhs ho.
Aik shakhs ki nazar main, tum dunia ho"
To the world u maybe one person,
To one person u maybe the world.
"Dunia ki nazar main, tum aik shakhs ho.
Aik shakhs ki nazar main, tum dunia ho"
To the world u maybe one person,
To one person u maybe the world.
Cinderela
Kehilangan sepatunya, entah terjatuh dimana
Semalam dia terlambat pulang
Kereta labunya telah hilang
Cinderela
Kehilangan sepatunya, entah tercecer dimana
Semalam hujan (tak mau sepatunya kena noda)
jadi dia menentengnya
Cinderela
Menunggu sepatunya
menghabiskan waktu menunggu pangeran mengetuk pintu rumah membawakan sepatunya
Cinderela
(masih) menunggu sepatunya
Harusnya pengeran datang mencarinya
tapi (mungkin) dia lupa
Cinderela
makin tua
Dia lupa, harusnya dia beli sepatu yang lain saja
sebelah sepatunya (mungkin) bisa dia jadikan vas bunga
Cinderela Tua
Tertawa
…..
sepertinya dia sudah gila!
(^_^) an old poetry dr blog-ku yg ilang dl
Menjelang pertengahan Mei
Saturday-noon,
Duduk pada bangku kayu panjang mirip bangku taman, lantai dua sebuah playgroup(+TK). Sendirian (ade’ lg tes di dlm).
Di ruang sebelah samar terdengar guru mengejakan soal berhitung " kotak + 5 = 10 " (anak2 TK suruh nyari "kotak" isinya berapa).
Di sebelah kanan depanku-di tangga- terdengar celotehan anak2 playgroup yang lg istirahat,maen kyk di film2 yang ada setan+ustadz. sktr empat ato lima orang anak usia 2,5-3,5 th. Satu diantaranya anak laki2 berkaus hijau tua, kulit putih, rambut jabrik2, naek tangga paling depan. ketika melihatku dia berteriak (sambil nunjuk aQ) "setaaan!.." dengan suara halilintarnya sambil kemudian berlarian turun tangga.
Hwaaaa!.. aQ pengen ngekek..kek..kek..kek
Separah itukah imajinasinya ketika melihatku?
3 menitan kemudian dia naek lagi,melihatku,kemudian mengacungkan telapak tangannya padaku sambil berteriak "ciaatt!" reflek aQ mengangkat tanganku setinggi dada seolah menangkis.
berulangkali anak lk2 suara halilintar itu naek turun tangga dengan teriakan yang sama "ciaatt…ciatt…ciaaatt…" dan aQ tak sadar terus menggerakkan tanganku menangkisnya.
Baru sadar ketika guru dari ruang TK senyum2 mlhtku..duh!..jadi malu.
Sailormoon kesiangan, dasar!
hehehe…he…Ciaaatt!
” Akhirnya aku menemukanmu
Dekat di sini - menyusup ke hati..”
Ku cari ke mana-mana. tak ku temukan. Saat aku berhanti mencari-bahkan berhenti memikirkannya…aku justru menemukanmu…begitu dekat.
Apa yang kalian pikirkan?
Ini tulisan tentang seseorang yang melengkapi kehidupan kita. Bukan pasangan hati yang Suami maksudnya. Tapi seseorang yang punya banyak kesamaan dengan kita-tapi juga begitu berbeda. Seseorang yang ketika kita melihatnya kita seperti sedang bercermin,menatap diri kita. Benar, sebuah cermin.
Ini cerita tentang seseorang yang juga mencintai bintang seperti aku. “Bintang” yang di langit itu.
Meski kami punya latar belakang yang sangat berbeda untuk alasan mencintai bintang. Tapi itu g penting kan? yang terpenting adalah kami sama-sama jatuh cinta pada bintang.
Dulu sekali, pernah ada seseorang yang juga aku tahu ter-jatuh hati pada bintang seperti aku. Juga dengan alasan berbeda denganku, karna merasa cintanya jatuh cinta pada bintang. Tapi tak pernah ku rasakan kesan tentang cintanya pada bintang. Meski dia terduduk di sebelahku berjam-jam menengadahkan wajah menatap bintang. meski lehernya pegel sepertiku juga. Tapi tidak berbekas dalam.
Sekarang,meski kami hanya mengobrol sebentar-sepintas lalu. Aku merasa menemukan diriku dalam dirinya. Meski hanya berebut siapa yang lebih duluan suka bintang, ato melihat liontin kristal berbentuk bintang-yang hanya kami pandang kilaunya tanpa berniat memilikinya (sampai berulang-ulang pun tetap hanya berpikir untuk memandangnya) hehehe…aneh ya?
Tapi itu sangat menyenangkan bagiku. Hari-hariku di Wonosobo yang mungkin akan tersisa sedikit. Waktuku yang tersisa- terisi oleh teman lama yang baru ku temukan. Bukankah hidup itu sangat indah ketika kita menemukan orang yang nyaris sama dengan kita…juga orang yang sangat berbeda di sebaliknya. Karna memang tak ada orang yang bisa sama persis dengan kita - atopun sama seperti keinginan kita.
Se-ideal apapun kita…kita takkan bisa memaksakan itu. Are you agree,Hoshoo?
Kau takkan menemukan pribadi yang sama dalam diri yang berbeda.
Sekuat apapun kau paksakan dirimu..aku takut kelak kau yang justru akan terluka oleh harapanmu.
(Kenapa tulisanku tentang bintang berakhir pada hoshoo?-maaf kalo nglantur)
(Dedicated to teman bintangku,Nitz “Dont b To Proud”)
Pikiranku buntu…
Asli, sepertinya udara pengap ngendon di otakku. gak bisa mikir dan gak ngerti mesti ngapain. Pengen baca komik tapi lupa ingatan, nomor peminjaman adek berapa ya… Telp temen mo ngobrolin bisnis eh! tiba2 dia ngilang ke semarang
Duuhhh!!!! ngapain ya…
Rasanya aku pengen jalan ke mana aja pake motor. ke mana pun. yang penting aku bisa nglupain sejenak apa yang membuat jaringan otakku me_rumit.
Emang si gak nylesein masalahku, sama sekali gak ngasih solusi malah… tapi setidaknya bisa memberiku jeda sejenak untuk kemudian “bergelut” lagi dengan masalah yang sama. Berusaha memecahkannya.
Akhirnya daku terdampar di Warnet. Berkutat dengan tulisan ini. me-refres otakku.
setelah ini ku keluarkan setidaknya ada sedikit ruang kosong untukku mengisinyanya dengan sesuatu yang positif. to get a win-win solution.
tadi di jalan menuju warnet ini aku sempat berpikir…
Aku ini….kalo saja tidak takut dengan apa2 yang mungkin bisa terjadi (hal-hal yang menakutkan dalam pikiranku)-pikiran kalut kayak gini- bisa melakukan apapun. Minggat ke manapun. naek motor ke mana pun. Magelang, Jogja…..GILA!
Berpikir seperti ini saja Aku rasa aku sudah mulai gila.
Kalo aku tidak berfikir panjang (entah seperti apa berpikir panjang itu sebenarnya)-yang jelas aku tidak melakukan apa yang terlintas di pikiranku itu lebih karna aku TAKUT. Takut pada diriku…. takut pada….
ternyata kadang kita merasakan keberanian dan juga ketakutan pada waktu yang sama.
Ternyata pergi ke warnet tidak membantu.
Menulis..hanya sedikit membantu.
Ku rasa, aku butuh sesuatu lebih dari sekedar menulis. atau sekedar lari jarak pendek (lari dari masalah maksudnya).
Ya ALLAH..guide me… plizz
Ku rasa.. aku butuh… tempat di mana aku bisa berteriak.
Aku butuh TPQ-ku untuk menjerit….hehehe….
Terkadang kita berharap tidak pernah bertemu seseorang atau tidak pernah melakukan beberapa kesalahan. Menghapus hal2 bodoh yang tertulis dengan cetak tebal pada ingatan kita, juga memory orang lain. terkadang ingin tertawa, malu …dan entah apa namanya
>_< iihh! pengen deh klo bisa tekan tombol DELETE di-del aj. tapi otak bukan komputer. G smua hal bisa dihilangkan seenak udel, tp juga g smua hal bisa diremember.
Tapi pernah g sih terbayang kalo kita bisa menghapus-simpan memory di otak kita kayak mesin. malah repot deh kayaknya.
Misal hari ini ada kjadian memalukan langsung del. Tiap ada hal buruk kita del. Pada akhirnya kita g punya simpanan memory yang bisa dipake buat evaluasi diri+dipake untuk menertawakan diri sendiri. kayaknya hidup g ada seninya.
Bayangkan, kapan kita bisa belajar dari kesalahan2 di masa dulu. yang ada malah kita akan selalu terjatuh ke lubang yang sama. Tanpa bisa mengikat makna dan mengumpulkan hikmah-hikmah kehidupan.
Gimana mo maju jal?
Tiap orang yang kita temui berjodoh dengan kita. Meski kadang hanya keluar masuk, tetep ada hal2 yang bisa kita dapat.
Pernah melakukan kesalahan berarti kita siap untuk menjadi lebih baik. Kesalahan yang pernah kita lakukan justru melengkapi kita menjadi lebih dewasa.
Mari belajar untuk tidak menyesalinya
(SEBUAH NASEHAT UNTUK DIRI SENDIRI)
Akhir februari’07
Sebuah kejutan ditengah rintik hujan. Gerimis kala itu.
Seorang teman dari masa lalu yang muncul kembali di masa kini melewati lubang waktu menulis " Indah, I’m married". Sebuah kalimat yang tidak ku sangka akan diucapkannya lebih dulu dari aku (hehe..).
Asli, aku terkejut. Sekaligus bahagia karna pada akhirnya dia berhenti dari ketersesatannya mencari mimpi. akhirnya dia menemukan pintu keluar dari segala labirin kebingungan mimpinya. dan realita.
Aku yakin kali ini dia berhenti bukan sekedar untuk menjaga hati orang lain. Tapi untuk dirinya sendiri. Sebuah kesadaran. Meski kadang orang butuh waktu lama untuk sebuah kesadaran jiwa.
Bisa ku lihat senyum dalam kata-katanya. Begitu tulus. Tulus dia membagi kebahagiaannya denganku.
Andai dekat, Aku ingin dia juga melihat senyumku padanya. Pada sebuah lompatan besar yang berhasil dilakukannya. Indah bukan??
Kadang-kadang,(harus "selalu" ding!) kita tidak boleh menyerah hanya karna segala sesuatu tidak berjalan sesuai impian kita. hanya karna orang yang ada disamping kita bukan orang yang kita inginkan. hanya karna kita merasa bukan orang ini seharusnya…seharusnya?? Tau dari mana kau the right person itu? jangan membenarkan harapan kita sendiri.
God knows better.
Tetaplah berjuang meski sesak. Karna segala sesuatu berakhir baik bersama waktu. dan keikhlasan kita.
As long as kamu percaya itu. segala sesuatunya tidak akan menjadi lebih buruk.
ok?
A boy suffering from cancer and spending last month of his life. He loves a girl working on a CD shop. He never had courage to tell her that he loves her.
He daily goes to her shop and purchase 1 CD, just to talk her.
After 1 month, boy didn’t come. Girl went to his home. His mother told her "he died" and took her into his room.
Girl saw there that all CDs were unopened.
She started crying alot and died.
‘Coz in every CD…she wrote him love letter.
Zulfiqar_Laghari,25jan’07,in a short-message
Hampir berakhir
Waktu yang telah berlalu tidak bisa kita tarik balik. Atau kita ulur.
Dia terikat pada janji untuk senantiasa berjalan maju. Bukan mundur.
Kita hanya bisa mengingat balik waktu dengan sesuatu yang bernama "KENANGAN"
Seberapa banyak yang bisa kita kenang dari taon2 yang telah kita lalui. Seberapa INDAH?
Ada orang2 yang senantiasa merasa tidak punya kenangan indah.
Baginya semua hal yang terjadi padanya dan bisa dia rekam hanyalah hal buruk. keindahan hanyalah seperti angin kecil yang menghembus rambutnya. Tak berarti. Tak ada warna. Selalu hanya gelap. atau pekat.
Duh,
Orang yang selalu memakai kacamata gelap bagaimana bisa tau kalo langit juga BIRU. Tidak pasti abu-abu. Bukan mendung selalu.
Beruntungnya,
Orang yang selalu bisa menyadari kacamatanya perlu di bersihkan dari debu2 yang mengotori tidak hanya pandangan,tapi juga hati.
memperbaiki kacamatanya jika ada yang rusak.
Siap melihat kesalahan bukan hanya selalu datang dari orang lain.
Tapi juga dari dirinya sendiri.
Bukankah dunia itu indah jika kita melihatnya dengan CARA yang INDAH?
Bukankah akan terlalu sesak memasukkan dunia di Hati kita?
Seberapa banyak kita mengevaluasi diri…??
Tumpukan angka terus bertambah dalam diriku
Seberapa luas ruang yang tersisa
Seberapa panjang usia ?
15jan’07,07.30Pm (Di luar, pohon Strawberry sedang berbunga)